Untuk peningkatan pengembangan ternak, faktor utama yang dibutuhkan adalah ketersediaan pakan ternak, ditinjau dari luas lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun limbah pertanian dimungkinkan dapat mencukupi swasembada daging bahkan bisa eksport daging/lemak,hal ini bisa terjadi bila pengelolaan ternak dilaksanakan dengan sungguh –sungguh dan segala daya.
Provinsi Jambi mempunyai lahan kebun kelapa sawit saat ini mencapai 430.610 ha dengan sasaran perluasan sampai 1.000.000 ha.
Kebun kelapa sawit yang sudah produktif mampu memproduksi limbah dari pelepah sawit (OPF = Oil Palm Fronds) dalam 1 ha mampu menyediakan pelepah sawit/pakan ternak sebanyak 3 satuan ternak (3 ekor ternak sapi/kerbau dewasa). Jadi bila luas lahan sawit 430.610 ha mampu menyediakan pakan ternak sapi/kerbau sebanyak 1.200.000 ekor.
Selama ini pelepah sawit sebagai pakan ternak belum dimanfaatkan,baru dalam tahap uji coba.
Pada setiap panen tandan kelapa sawit harus menyertakan membuang pelepah sawitnya, dalam 1 bulan umumnya 2 kali panen, otomatis setiap bulan 1 (satu) batang sawit akan membuang pelepah sawit sebanyak 2 (dua) kali. Produksi pelepah sawit (OPF) :
· Produksi Bahan Kering (BK) = 10,4 ton/ha/tahun.
· Kebutuhan BK ternak dengan bobot 300 kg = 3 % x 300 kg = 9 kg.
· Kebutuhan BK selama 1 tahun = 9 kg x 365 hari = 3,285 ton.
· Jadi tiap ha lahan sawit dapat menjamin kebutuhan sebanyak 10,4 ton : 3,285 ton = 3 ST/tahun
· Jika hanya boleh diberikan 50 % dari suplai HMT, maka dapat memenuhi kebutuhan 6 ST/ha/tahun.
Perkembangan Pengolahan Pakan Pelepah Sawit
Pelepah sawit merupakan bahan/batang yang keras, berduri daunnya dan mengandung lidi sehingga sulit diolah menjadi pakan ternak. Pada awalnya pengolahan batang dikupas/dibuang kulit/lignin yang kerasnya, setelah itu baru dimasukkan Chopper, hasilnya langsung bisa dimakan oleh ternak. Namun masalahnya kesulitan mengupas kulit luarnya yang keras tersebut sehingga pengolahan pelepah sawit sebagai pakan ternak tidak dapat berjalan dengan baik.
Pada saat ini telah ditemukan mesin khusus yaitu Chopper pelepah sawit, dengan ciri khas : pisaunya minimal 30 buah yang sifatnya pemukul dan pemotong dengan perbandingan pisau 2 : 1. Pelepah yang masih ada daunnya langsung masuk chopper pelepah sawit dan hasilnya langsung bisa dimakan ternak.
Dengan penggunaan chopper kelapa sawit ini, hasil pakan ternak bisa melebihi kebutuhan pakan ternak hari itu,maka perlu adanya pengawetan pakan ternak tersebut yaitu dengan pembuatan silase pelepah sawit yang sudah di chopper. Bahan campurannya yaitu : molasses, pols, dedak dan onggok. Penyimpanan silase bisa dari drum plastik kedap udara, silase dapat disimpan/dipakai sebagai pakan ternak sampai tahunan atau bisa juga pelepah sawit yang sudah di chopper sebagai bahan dasar pembuatan pellet. (Ir. Suharno)