Sukabumi, Pelita
Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengungkapkan, peternakan sapi kini menghadapi permasalahan penyediaan bibit dan pakan, sehingga menyebabkan peternak kesulitan memenuhi bibit dan peternak mengeluhkan tingginya bahan pakan.
Penyediaan bibit dan pakan menjadi kendala perkembangan peternakan sapi di Indonesia, ujar Anton kepada wartawan dalam kunjungan ke peternakan sapi, PT Karyana Mitra Utama di Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/9/2007).
Anton mengatakan, berdasarkan hasil dialog dengan para peternak sapi diketahui bahwa penyediaan bibit sapi dan pakan masih menjadi keluhan.
Khusus untuk penyediaan bibit, pemerintah akan membangun pusat pembibitan di perkampungan dan pemerintah akan memberikan subsidi kepada pihak swasta dalam usaha pengadaan pembibitan dengan bunga maksimum lima persen.
Pusat pembibitan itu bisa saja digalakan oleh Pesantren dan pemberian subsisi itu sedang dalam proses dengan Menkeu, ujarnya.
Sedangkan masalah pakan ternak, Anton meminta petani memanfaatkan jerami secara optimal karena banyak petani yang masih belum menyadari keberadaanya dengan membakar jerami.
Selain itu, Anton menanggapi juga keluhan peternak dengan merencanakan melakukan proteksi dengan pakan khususnya bungkil sawit. Kalau memang sawit bagus untuk pakan akan kita lakukan proteksi, kata Anton.
Keluhan sulitnya mendapatkan pakan sebelumnya diungkapkan oleh salah seorang peternak sapi di Kabupaten Sukabumi, H Ato Rusdianto (40 tahun) yang menyebutkan pakan untuk sapi mahal karena bahan baku pakannya juga mahal.
Bahkan terkadang harga pakan konsentrat mengalami kenaikan di pasaran. Kondisi tersebut disebabkan pakan menghilang di pasaran ujarnya.
Peternak lainnya, Priyo Indrianto mengeluhkan masalah sulitnya mendapatkan bibit sapi yang berkualitas. Saya terpaksa mengambil bibit sapi dari luar Sukabumi yaitu dari Jawa Timur, katanya.
Sementara itu, Peternak pengemukan sapi dari PT Karyana Mitra Utama, Asri Arifin, menyebutkan, untuk pemberian pakan ternak agar ternak-ternak sapinya mudah gemuk, maka diperlukan pemberian pakan campuran, berupa konsentrat, bungkil sawit, kopra dan jerami.
Namun disayangkan, bungkil sawit yang dibutuhkan saat ini harganya mahal karena langka di pasaran, katanya seraya menyebutkan oleh sebab itu pihaknya meminta kepada pemerintah untuk melakukan proteksi terhadap bungkil sawit. (ant/sal)
Jumat, 18 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar